Sunday, 12 February 2012 12:37
Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi pantai. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras.
Dihardik sang suami, si istri merasa sakit hati. Tapi, tanpa berkata-kata, dia melukis kata-kata di atas pasir: HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU.
Suami bertanya: “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu melukisnya di atas pasir?"
"Nanti Abang akan tahu jawabannya," jawab si istri.
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah tempat yang enak dan nyaman untuk mandi. Si istri, mencoba berenang, namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang, dia pun memahat kata-kata di sebuah batu: HARI INI SUAMIKU YANG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.
Sekali lagi, suaminya bertanya: “Kenapa pula kamu sekarang melukisnya di atas batu, setelah aku menyelamatkanmu?”
Sambil tersenyum, istrinya menjawab: “Ketika hal buruk terjadi, saya melukisnya di atas pasir, agar angin maaf datang berhembus dan menghapus lukisan itu. Dengan demikian aku bisa melupakannya. Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu, dan akan kuingat selamanya."
Sahabat... Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat menyakitkan. Oleh karenanya, cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu.
Makna terpenting dari kisah di atas:
Belajarlah agar selalu BISA MELUKIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yang "Menyakitkan", dan selalu MEMAHAT DI ATAS BATU untuk semua "Kebaikan". (HP)
Just me, myself and I
Sunday, March 24, 2013
Live & Learn »
opini
» Melukis di Atas Pasir
Melukis di Atas Pasir
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment