Bidal Melayu
Tentang Lingkungan
Apabila rusak alam sekitar
Sempit tidak dapat bergelegar
Goyah tidak dapat bersandar
Panas tidak dapat mengekas
Hujan tidak dapat berjalan
Teduh tidak dapat berkayuh
Apabila alam sudah binasa
Bala turun celaka tiba
Hidup melarat terlunta-lunta
Pergi ke laut malang menimpa
Pergi ke darat miskin dan papa
Apabila alam menjadi rusak
Turun temurun hidup kan papa
Pergi ke laut ditelan ombak
Pergi ke darat kepala tersundak
Hidup susah dadapun sesak
Periuk terjerang nasi tak masak
Apabila alam menjadi punah
Hidup dan mati tak kan semenggah
Siang dan malam ditimpa musibah
Pikiran kusut hati gelebah
Apabila rusak alam lingkungan
Di situlah puncak segala kemalangan
Musibah datang berganti-gantian
Celaka melanda tak berkesudahan
Hidup sengsara binasalah badan
Cacat dan cela jadi langganan
Hidup dan mati jadi sesalan
Apabila alam porak poranda
Di situ tumbuh silang sengketa
Aib datang malu menimpa
#melawanasap
kembalikan #langitbiru kami
Just me, myself and I
Saturday, September 5, 2015
#melawanasap
Labels:
adikarya
Friday, August 21, 2015
Elegi Kehidupan
Elegi Kehidupan
Ketika ajal menjemput ...
toa masjid berkumandang
pemandian dipersiapkan
kain kafan dicabik
liang lahat digali
bunga rampai dijahit
Karib kerabat
handai taulan
jiran tetangga
berkumpul tanpa jemputan
menunjukkan empati
berbagi simpati
Berkerumun
saling cerita
menggali ingatan
membangkit kenangan
yang baik yang buruk
yang membanggakan yang memalukan
terisak tersedu
Kubur ditimbun
nisan ditanam
pelayat kembali
silaturahmi terputus
segala asa pupus
Kematian ...
bukanlah sebuah akhir
ia hanyalah prasasti
sebagai penanda
sebagai pengingat
batas kefanaan
Episode baru kehidupan
Dimulai ....
Just me, myself and I
Pekanbaru, Jum'at, 21 Agustus 2015
Labels:
kataindah
Subscribe to:
Posts (Atom)
