Elegi Kehidupan
Ketika ajal menjemput ...
toa masjid berkumandang
pemandian dipersiapkan
kain kafan dicabik
liang lahat digali
bunga rampai dijahit
Karib kerabat
handai taulan
jiran tetangga
berkumpul tanpa jemputan
menunjukkan empati
berbagi simpati
Berkerumun
saling cerita
menggali ingatan
membangkit kenangan
yang baik yang buruk
yang membanggakan yang memalukan
terisak tersedu
Kubur ditimbun
nisan ditanam
pelayat kembali
silaturahmi terputus
segala asa pupus
Kematian ...
bukanlah sebuah akhir
ia hanyalah prasasti
sebagai penanda
sebagai pengingat
batas kefanaan
Episode baru kehidupan
Dimulai ....
Just me, myself and I
Pekanbaru, Jum'at, 21 Agustus 2015
Friday, August 21, 2015
Live & Learn »
kataindah
» Elegi Kehidupan
Elegi Kehidupan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment