Monday, September 9, 2013

In Memoriam MUNIR.

In Memoriam MUNIR.
Menolak Lupa !!

Nama lengkapnya Munir Said Thalib.
Ia lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965.
Ia merupakan pria keturunan Arab yang kemudian mengabdikan dirinya untuk perjuangan menegakkan HAM di Indonesia.
Jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial.

Namanya terkait erat dengan LSM "Kontras" sebagai salah satu 'bahtera'-nya dalam menegakkan HAM di Indonesia.
Munir, melalui Kontras, di zamannya aktif memperjuangkan orang-orang hilang yang diculik pada masa itu.
Munir berada di garda depan dslam perjuangan menuntut penculikan atas aktifis.

Aktifitas perjuangan HAM-nya ternilai sukses karena Munir dikenal sebagaivaktifis HAM yang sangat mengerti hukum.

Pada tahun 1998, Munir tercatat sebagaivWakil Ketua Dewan Pengurus YLBHI.
Tentu, perjuangannya menegakkan HAM itu tak disukai oleh oknum yang terlibat dalam kasus pelecehan HAM. Bahkan, aktifitas penegakan HAM-nya itulah yang kemudian membuatnya dibunuh pada tahun 2004.
Ia diracun di pesawat saat berangkat ke Belanda untuk melanjutkan studi S2 bidang hukum humaniter di Universitas Utrecht.

Sang Penegak HAM itupun justru wafat karena hak hidupnya dirampas oleh orang-orang yang tak senang dengan aktifitas mulianya.
Jenazah Munir dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Kota Batu.

Sejak 2005, 7 September (hari wafat Munir) dicanangkan oleh para aktivis HAM sebagaivHari Pembela HAM Indonesia.

Istri Munir, Suciwati, bersama aktivis HAM lain, terus tuntut pemerintah agar ungkap kasus pembunuhan Munir. Bahkan Suciwati & para aktifis HAM itu gelar "Aksi Kamisan" untuk melawan lupa atas kasus Munir serta tegakkan keadilan & HAM.

Untuk peringati setahun wafat Munir, diluncurkan film dokumenter karya Ratrikala Bhre Aditya "Bunga Dibakar".
Film itu diluncurkan di Goethe-Institut, Jakarta Pusat pada 8 September 2005.
Film dokumenter lain juga telah dibuat, Garuda's Deadly Upgrade.
Film itu hasil kerja sama Dateline (SBS TV Australia) & Off Stream Productions.
Pada peringatan tahun kedua, 7 September 2006, di Tugu Proklamasi diluncurkan film dokumenter berjudul "His Strory".

Sederet penghargaan juga telah diterima Munir, baik semasa hidupnya maupun setelah wafatnya. Akhirnya, kini walau jasadnya tiada, nama, semangat & jiwanya abadi di hati setiap pejuang HAM.

~BiografiMunir with hfl

Just me, myself and I

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger Bertuah Pekanbaru | Themes by Belajar Blog