Hari GURU Nasional
HUT PGRI ke-68
Ahmad Syauqi, penyair Mesir :
"Berdirilah untuk menghormati GURU dan AGUNGkanlah dia.
Guru itu hampir-hampir seperti seorang nabi."
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
gu·ru (n) orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar;
Pendidikan merupakan sistim rekayasa sosial terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan dan kemartabatan suatu bangsa. Sedangkan GURU merupakan tonggak utama dalam dunia pendidikan.
Menjadi GURU adalah PILIHAN dan GURU adalah PROFESI.
Pemerintah berkewajiban memberikan kesempatan terhadap GURU untuk mengembangkan profesionalitasnya, memberikan perlindungan dan jaminan kesejahteraan.
Kurikulum 2013 (K-13) yang akan diterapkan, pendekatannya berbasis sains yang mendorong siswa agar mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar dan mengkomunikasikannya (mempresentasikannya). Obyek pembelajarannya adalah fenomena alam, sosial dan budaya.
Target K-13, siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan dan pengetahuan lebih baik. Mendorong dan menjadikan siswa lebih kreatif, inovatif dan lebih produktif.
Untuk dapat mengimplementasikan K-13 dan meningkatkan kualitas pendidikan, GURU, layaknya profesional, harus senantiasa mengasah dan meningkatkan kemampuan dan kompetensi dirinya agar dapat memenuhi persyaratan dan mencapai standar kelayakan profesi, minimal dalam empat aspek
a. Kompetensi GURU dalam pemahaman substansi bahan ajar.
b. Pedagogi
c. Kompetensi kepribadian dan
d. Kompetensi sosial.
Standar kelayakan profesional seorang GURU harus diuji secara berkala dan bertingkat. Kemendikbud telah menyusun program peningkatan profesionalitas GURU yang memenuhi standarisasi, melalui :
1. Uji Kompetensi Awal (UKA)
2. Uji Kompetensi Guru (UKG)
3. Peningkatan Kompetensi Berkelanjutan (PKB)
4. Pengukuran Kinerja Guru dan
5. Peningkatan kualitas Lembaga Penyelenggara Pendidikan Keguruan.
Semoga pada hari ini semua GURU berazam memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan Indonesia. Dan pemerintah memberikan perlindungan dan jaminan kesejahteraan kepada GURU Indonesia.
GURU ... DIDIKlah kami !
GURU ... AJARilah kami !
SELAMAT HARI GURU
Selamat Ulang Tahun
Persatuan Guru Republik Indonesia.
Just me, myself and I
Monday, November 25, 2013
Live & Learn »
opini
» Hari GURU Nasional
Hari GURU Nasional
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
12 comments:
Terlalu sempit makna yang diberikan oleh KBBI. Seseorang baru dikatakan guru kalau mengajar dijadikan sebuah profesi.
Begitu banyak orang yg mengajarkan berbagai hal, namun tidak menjadikannya sebagai profesi, maka mereka ternyata bukan guru :(
setuju ma fiko. akhirnya guru tidak mwndidik. cuma mengajar sesuai kurikulum aja.
GURU (dari sanskerta, secara harfiah artinya "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu.
Dalam bahasa Indonesia, GURU umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
Arti Umim
GURU adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini kalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah.
GURU-GURU seperri ini harus mempumyai kualifilasi formal.
Dalam defimisi yamh lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang GURU.
Sumber : Wikipedia
Setuju dgn bang taufik dan om attayaya.. Saat ini guru identik dgn pengajar disekolah, orang tua kita juga guru, teman kita juga guru, pengalaman juga guru.
Tak perlu bersedih bangfiko,
sebuah kata dapat saja mengalami perluasan dan penyempitan makna.
Tak perlu dipersoalkan makna kata, teruslah berkarya, sampaikanlah walau sedikit, berilah ilmu yang berguna kepada semua orang yang membutuhkan tanpa perlu mengharapkan predikat.
Maju terus bangfiko !
Attayaya,
Kerisauan akan kompetensi GURU tersebut segera terjawab dan terselesaikan apabila program standar kelayakan profesi GURU meliputi empat aspek seperti tertulis di atas dapat di laksanakan dengan sebaik-baiknya.
Berharaplah program ini tidak sekedar 'lips service' dari pejabat terkait.
Riau Daily Photo,
Nada kekecewaan yang sama ...
Sebenarnya dalam opini di atas aku lebih menekankan pada program standarisasi profesi GURU. Namun hulu dari permasalahan ini (mungkin) adalah kredibiltas GURU tersebut, maka nada seperti imilah yang terdengar.
Yang telah lalu biarlah menjadi catatan bagi sejarah dunia pendidikan kita. Ke depan mari kita kawal dan sempurnakan program standarisasi kelayakan
(tertinggal)
.... Profesi GURU.
GU-RU ... Yang patut di GU-gu dan di ti-RU
Tidak salah bila Ahmad Syauqi mengibaratkan GURU sebagai hampir seperti Nabi ... Namun tentunya ini mengandung makna dalam bagi Sang Guru itu sendiri ... Patutkah aku di GUgu dan di tiRU ...?!
Sungguh bukan hal mudah untuk menjadikan diri jadi panutan ... Menuntut introspeksi diri secara berkesinambungan karena amat sangat rentan terkena peribahasa "Rusak Susu sebelanga karena Nila setitik".
Dunia maya dan era digitalisasi telah menyebabkan pergeaeran fungsi dan peran GURU.
GURU tidak lagi produsen ilmu yang jadi pemasok tunggal pengetahuan ke otak peaerta didik. GURU saat ini adalah INSPIRATOR, terlebih bila dikaitkan dengan pendekatan dan sasaran yang ingin dicapai oleh dan melalui Kurikulum 2013.
Namun, untuk mampu menginspirasi peserta didik, GURU mestilah sosok yang pantas 'diGUGU lan diTIRU', memiliki kualitas ilmu dan prilaku sosial yang mendekati sempurna. GURU adalah salaj satu patron utama dalam pembangunan mental dan karakter anak bangsa.
Adalah naif, apabila berpikir dan berkesimpulan, seluruh GURU akan menjadi tokoh yang sempurna tanpa cela.
Akan selalu ada 'setitik nila'.
Jika tidak mampu memperbanyak jumlah 'belanga'nya, Paling tidak ukuran 'belanga' tersebut diperbesar agar dampak daya rusak 'nila setitik' terhadap 'susu' tidak begitu terasa.
Tetaplah menjadi GURU, sahabatku
pak @Bambang Koesjanto
Mantap bang renungannya.. :D
Aku suka dengan kata-kata ini:
"Berdirilah untuk menghormati GURU dan AGUNGkanlah dia.
Guru itu hampir-hampir seperti seorang nabi."
Terima kasih apresiasi @Joddie terhadap tulisanku
dan terima kasih juga telah berkenan mampir di blogku ini.
Post a Comment